Komunikasi Verbal dan Non Verbal & Model Komunikasi
Pertemuan Keempat : Komunikasi Verbal dan Non Verbal & Model Komunikasi
Eva Noor Jannah 1940310007
Institut Agama Islam Negeri Kudus – Manajemen Dakwah A3
Komunikasi Verbal dan Non Verbal
• KOMUNIKASI VERBAL
Pengertian Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal adalah komunikasi dalam bentuk lisan ataupun tulisan. Untuk contoh dari komunikasi verbal, Anda tinggal bayangkan semua bentuk komunikasi yang menggunakan bahasa didalamnya, baik itu tulisan maupun lisan. Hal ini ada banyak jadi berikut adalah sebagian contohnya
a) Chat dengan menggunakan smartphone
b) Pidato
c) Rapat dan diskusi
d) Berinteraksi tertulis lewat sosial media
e) Guru mengajar di kelas
f) Membaca novel
g) Menulis surat
Jenis Komunikasi Verbal
Karena komunikasi dilakukan dua arah jenis komunikasi dapat dibagi dua, yaitu sisi yang memberi dan menerima.
1. Sisi Pemberi
Jenis komunikasi ini biasanya terdiri dari berbicara dan menulis. Sebagai sisi yang menyampaikan ide, maksud dan informasi, hal ini juga bisa disebut sebagai komunikasi aktif.
2. Sisi Penerima
Jenis komunikasi ini biasanya terdiri dari mendengar dan membaca. Sebagai sisi yang menyerap ide maksud dan informasi dari pihak lain, hal ini bisa disebut sebagai komunikasi pasif.
Fungsi Komunikasi Verbal
Secara umum berikut ini adalah fungsi-fungsi komunikasi verbal:
1. Penamaan
Penamaan ini bisa dibilang untuk memudahkan mengidentifikasi sebuah benda, object, tindakan ataupun orang. Tanpa komunikasi yang menggunakan bahasa seperti verbal, Anda akan mudah bingung saat mereferensi sesuatu.
2. Jalur Interaksi dan Transmisi Informasi
Sebagai alat untuk bertukar ide, komunikasi verbal lebih mudah digunakan. Anda bisa menyampaikan emosi, informasi, empati, maksud dan berbagai hal lain hanya dengan menggunakan kata – kata ataupun kalimat.
3. Alat Sosialisasi yang Efektif
Karena komunikasi verbal mudah digunakan, efektif menyampaikan maksud, banyak digunakan dan fleksibel, komunikasi ini sangat bermanfaat untuk bersosialisasi. Hal seperti diskusi, menyapa, sekedar mengobrol dan hal sosial lain tidak akan semudah sekarang jika tanpa komunikasi verbal.
• KOMUNIKASI NON VERBAL
Komunikasi non verbal adalah komunikasi yang umumnyu menggunakan bahasa tubuh seperti gerakan tangan, raut wajah, gelengan kepala, tanda, tindankan dan sebagainya.
Fungsi komunikasi non verbal adalah memperjelas komunikasi menggunakan kata – kata. Seseorang kadang dapat mengerti informasi lebih jika mendapatkannya dari kombinasi komunikasi verbal dan non verbal. Contoh saja saat menyuruh seseorang untuk diam, Anda mengatakan “Jangan berisik!” sambil menyentuhkan jari telunjuk yang tegak ke bibir.
Jenis Komunikasi Non Verbal
Walaupun tidak umum, jenis komunikasi non verbal lebih banyak dibandingkan komunikasi verbal. Berikut adalah jenis – jenisnya
1. Komunikasi Objek
Komunikasi objek adalah jenis komunikasi non verbal yang memanfaatkan benda sebagai medium. Contoh saja saat ada kecelakaan di jalan raya, polisi menggunakan cone atau corong untuk menandai area untuk memberi peringatan.
2. Komunikasi dengan Sentuhan
Sentuhan ini biasanya merupakan jenis komunikasi non verbal yang menunjukan relasi antara orang yang melakukannya. Contoh saja seperti berjabat tangan, berpelukan, pukulan dan sebagainya.
3. Komunikasi yang Memanfaatkan Waktu
Komunikasi ini biasanya sulit digunakan untuk mengungkapkan maksud. Tapi di kegiatan tertentu biasanya komunikasi ini berhubungan dengan durasi yang harusnya normal tapi dibuat lebih lama atau lebih sebentar.
Contoh saja saat seorang datang pagi ke pekerjaannya, ia mengkomunikasikan dia antusias untuk bekerja. Di sisi lain saat janjian dan seorang datang terlambat, ia menunjukan rasa tidak menghormati partner janjiannya.
4. Komunikasi dengan Gerakan Tubuh
Komunikasi ini adalah yang paling sering dilakukan orang untuk melengkapi komunikasi verbal. Contoh sederhananya adalah gaya tuhu, lirikan mata, ekspresi wajah atau gerakan tangan.
5. Komunikasi dengan Suara
Komunikasi suara ini bukan ucapan tapi suara yang ditimbulkan tanpa bahasa tertentu. Biasanya untuk mengisyaratkan sesuatu saat dikombinasikan dengan komunikasi verbal. Contoh suara hmm, saat bingung ataupun berfikir.
Model Komunikasi
Pengertian Komunikasi, adalah suatu proses yang dinamis dan melibatkan banyak unsur atau factor. Kaitan antara satu unsur atau factor lainnya dapat bersifat structural atau fungsional. Dengan demikian, model-model komunikasi juga memberikan gambaran kepada kita tentang struktur dan hubungan fungsional dan unsur-unsur atau factor-factor yang ada dalam system.
Ada dua uraian mengenai teori dan model, yaitu menurut Littlejohn (1083) dan Hawes (1975) yang menjadi sebagai patokan.
Menurut Littlejohn, “in a broad sense the term model can apply to any symbolic representatif of athing, process, or idea” (dalam pengertian luas pengertian model menunjukkan setiap reps3ntasi simbolis dari suatu benda, proses atau gagagsan/ide). Pada level konseptual model mempresentasikan ide-ide dan proses. Dengan demikian model bisa berbentuk gambar-gambar grafis, verbal atau matematika. Biasanya model dipandang sebagai analogi dan beberapa fenomena.
Perbedaan antara teori dan model menurut Littlejohn dan Hawes adalah teori merupakan penjelasan (expla Arion), sedangkan model hanya merupakan repsentasi.
Dengan demikian model komunikasi dapat diartikan sebagai repsentasi dari suatu peristiwa komunikasi. Melalui model komunikasi bisa dilihat faktor-faktor yang terlibat dalam proses komunikasi.bnamun model tidak berisikan penjelasan mengenai hubungan interaksi antara faktor-faktor atau unsur-unsur yang menjadi bagian atau model.
Menurut Deutsch (1966), model dalam konteks ilmu pengetahuan sosial mempunyai 4 fungsi yaitu :
a. Fungsi mengorganisasikan, artinya model membantu mengorganisasikan sesuatu hal dengan cara mengurut.
b. Model membantu menjelaskan, meski pada dasarnya model tidak berisikan penjelasan, tapi model dapat membantu dalam menjelaskan tentang suatu hal melalui penyajian informasi sederhana.
c. Fungsi “heuritik, artinya melalui model, dapat mengetahui sesuatu hal secara keseluruhan.
d. Fungsi prediksi, melalui model dapat memperkirakan tentang hasil atau akibat yang akan dapat dicapai.
Adapun uraian Model Komunikasi adalah sebagai berikut:
1) Model Lasswell, Model ini menggambarkan komunikasi dalam ungkapan who, says what, in which channel, to whom, with what effect (feedback) atau dalam bahasa Indonesia adalah, siapa, mengatakan apa, dengan medium apa, kepada siapa,pengaruh apa? Model ini menjelaskan tentang proses komunikasi dan fungsinya terhadap masyarakat. Lasswell berpendapat bahwa di dalam komunikasi terdapat tiga fungsi.
a. Pengawasan lingkungan, yang mengingatkan anggota-anggota masyarakat akan bahaya dan peluang dalam lingkungan.
b. korelasi berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespon lingkungan.
c. Transmisi warisan sosial dari suatu generasi ke generasi lainnya.
2) Model defleur, model ini merupakan model Komunikasi massa. Dengan menyisipkan perangkat media massa (mass medium device) dan perangkat umpan balik (feedback device). Model ini menggambarkan sumber (source), pemancar(transmitter), penerima (receiver), dan tujuan (destination) sebagai fase yang terpisah dalam proses komunikasi massa, serupa dengan fase–fase yang digambarkan Schramm. Fungsi dari penerima dalam model Defleur adalah menerima informasi dan menyandikannya.
Menurut Defleur, komunikasi bukanlah sebuah pemindahan makna. Komunikasi terjadi dengan seperangkat komponen operasi di dalam sistem teoritis, dengan konsekuensinya adalah isomorpis diantara internal penerima kepada seperangkat simbol kepada sumber dan penerima.
Teori sebagai proses
Komunikasi sebagai suatu proses artinya bahwa komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan (ada tahapan atau konsekuensi) serta berkaitan satu
Sama lainnya dalam kurun waktu tertentu.
Komentar
Posting Komentar