Model Komunikasi
Pertemuan Kelima : Model Komunikasi
Eva Noor Jannah 1940310007
Institut Agama Islam Negeri Kudus – Manajemen Dakwah A3
MODEL KOMUNIKASI
Pengertian Komunikasi, adalah suatu proses yang dinamis dan melibatkan banyak unsur atau factor. Kaitan antara satu unsur atau factor lainnya dapat bersifat structural atau fungsional. Dengan demikian, model-model komunikasi juga memberikan gambaran kepada kita tentang struktur dan hubungan fungsional dan unsur-unsur atau factor-factor yang ada dalam system.
Ada dua uraian mengenai teori dan model, yaitu menurut Littlejohn (1083) dan Hawes (1975) yang menjadi sebagai patokan.
Menurut Littlejohn, “in a broad sense the term model can apply to any symbolic representatif of athing, process, or idea” (dalam pengertian luas pengertian model menunjukkan setiap reps3ntasi simbolis dari suatu benda, proses atau gagagsan/ide). Pada level konseptual model mempresentasikan ide-ide dan proses. Dengan demikian model bisa berbentuk gambar-gambar grafis, verbal atau matematika. Biasanya model dipandang sebagai analogi dan beberapa fenomena.
Perbedaan antara teori dan model menurut Littlejohn dan Hawes adalah teori merupakan penjelasan (expla Arion), sedangkan model hanya merupakan repsentasi.
Dengan demikian model komunikasi dapat diartikan sebagai repsentasi dari suatu peristiwa komunikasi. Melalui model komunikasi bisa dilihat faktor-faktor yang terlibat dalam proses komunikasi.bnamun model tidak berisikan penjelasan mengenai hubungan interaksi antara faktor-faktor atau unsur-unsur yang menjadi bagian atau model.
Menurut Deutsch (1966), model dalam konteks ilmu pengetahuan sosial mempunyai 4 fungsi yaitu :
a. Fungsi mengorganisasikan, artinya model membantu mengorganisasikan sesuatu hal dengan cara mengurut.
b. Model membantu menjelaskan, meski pada dasarnya model tidak berisikan penjelasan, tapi model dapat membantu dalam menjelaskan tentang suatu hal melalui penyajian informasi sederhana.
c. Fungsi “heuritik, artinya melalui model, dapat mengetahui sesuatu hal secara keseluruhan.
d. Fungsi prediksi, melalui model dapat memperkirakan tentang hasil atau akibat yang akan dapat dicapai.
Adapun uraian Model Komunikasi adalah sebagai berikut:
1) Model Lasswell, Model ini menggambarkan komunikasi dalam ungkapan who, says what, in which channel, to whom, with what effect (feedback) atau dalam bahasa Indonesia adalah, siapa, mengatakan apa, dengan medium apa, kepada siapa,pengaruh apa? Model ini menjelaskan tentang proses komunikasi dan fungsinya terhadap masyarakat. Lasswell berpendapat bahwa di dalam komunikasi terdapat tiga fungsi.
a. Pengawasan lingkungan, yang mengingatkan anggota-anggota masyarakat akan bahaya dan peluang dalam lingkungan.
b. korelasi berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespon lingkungan.
c. Transmisi warisan sosial dari suatu generasi ke generasi lainnya.
2) Model defleur, model ini merupakan model Komunikasi massa. Dengan menyisipkan perangkat media massa (mass medium device) dan perangkat umpan balik (feedback device). Model ini menggambarkan sumber (source), pemancar(transmitter), penerima (receiver), dan tujuan (destination) sebagai fase yang terpisah dalam proses komunikasi massa, serupa dengan fase–fase yang digambarkan Schramm. Fungsi dari penerima dalam model Defleur adalah menerima informasi dan menyandikannya.
Menurut Defleur, komunikasi bukanlah sebuah pemindahan makna. Komunikasi terjadi dengan seperangkat komponen operasi di dalam sistem teoritis, dengan konsekuensinya adalah isomorpis diantara internal penerima kepada seperangkat simbol kepada sumber dan penerima.
Teori sebagai proses
Komunikasi sebagai suatu proses artinya bahwa komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan (ada tahapan atau konsekuensi) serta berkaitan satu
Sama lainnya dalam kurun waktu tertentu.
Komentar
Posting Komentar